PENASULSEL.com BANTAENG–Masyarakat desa kampala kecamatan Eremerasa bantaeng mendatangi kantor dinas pemberdayaan masyarakat desa (PMD) Kabupaten Bantaeng untuk menyampaikan pengaduan (Jumat, 22/6/2018)
Masyarakat desa kampala yang di koordinatori empat kepala dusun masing-masing Ramli (Kadus kampala), Harmin (kadus borkal), H. Makka (Kadus baroe) dan Sahoddin (Kadus durian)
Masyarakat keberatan atas pemberhentian sepihak Amiruddin sebagai Kepala desa Kampala yang di anggap tidak adil dan terkesan politis pasca pilkades akhir tahun 2017 lalu, karena hanya alasan ke empat kadus berijazah paket. C Sedangkan ada dua lagi kepala dusun (Kadus) yang tidak di pecat padahal ijazahnya juga adalah paket. C, pemberhentian kepala dusun itu memiliki mekanisme yang sesuai perundang-undangan.
M. ramli kadus kampala mengatakan bahwa Kades kampala saat penyampaian visi misi calon kepala desa (Calon kades) itu berjanji di depan masyarakat bahwa tidak akan melakukan pemecatan perangkat desa baik itu Kadus maupun RT/RK tapi faktanya setelah terpilih malah ingkar janji.
Kadis PMD Bantaeng Chaeruddin arsyad saat menerima masyarakat desa kampala mengatakan bahwa akan menindaklanjuti pengaduan masyarakat tersebut dalam waktu dekat yakni akan melakukan pemeriksaan ijazah kepada seluruh Kadus di desa kampala (Enam kadus) Akan melakukan klarifikasi proses pemberhentian kadus, RK/RT.
Dan jika terbukti ada yang tidak sesuai dengan mekanisme pemberhentian atau adanya pemecatan yang di lakukan kades kampala yang tebang pilih maka SK. Pemberhentian para kadus itu akan dianulir oleh PMD Bantaeng.
Penulis:Herman