Makassar Masuk Jaringan Kota Pintar Asean Yang Diusulkan Jokowi pada KTT di Singapura

  • Bagikan

PENASULSEL.com Makassar–Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk tiga kota di Indonesia untuk diusulkan masuk dalam jaringan kota pintar ASEAN dalam program kerja sama ASEAN Smart Cities Network (ASCN).

Ketiga Kota tersebut yaitu Jakarta, Makassar, dan Banyuwangi. Hal itu disampaikan langsung saat Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi melakukan kunjungan ke Singapura untuk menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-32. KTT ini digelar pada 27-28 April 2018.

pdam-seminggu pdam
bapenda
bapenda

Dimana konsep ASCN sendiri dirancang untuk mencapai tujuan bersama pembangunan dalam jejaring ASEAN.

Baca Juga:  Istri Walikota Makassar Lantik dan Serah Terima Jabatan 14 Ketua TP PKK Kecamatan

Mengetahui hal tersebut, Kabag Humas Pemkot Makassar, Firman Hamid Pagarra mengaku bersyukur. Dimana selama ini Kota Makassar memang selalu mengusung pola Smart City yang berbalut kearifan lokal.

“Alhamdulillah, Makassar sebagai kota yang selalu mengusung Smart City dan berbalut local wisdom Sombere didaulat menjadi perwakilan kota pintar dalam KTT Asean sebagaimana DKI Jakarta mewakili provinsi dan Banyuwangi mewakiki Kabupaten se-Indonesia yang dihadiri Bapak Presiden RI Joko Widodo di Singapura,” ungkapnya, Minggu kemarin (29/4/18).

Hal ini, kata Firman, menjadi penanda bahwa apa yang telah dilakukan Kota Makassar selama ini dalam pengembangan Smart City telah “on the right track” dan telah menjadi pionir dari kota-kota lain seperti Kota Bandung dan Surabaya.

Baca Juga:  Walikota Makassar Akan Siapkan 100.000 Bantuan Sembako Bagi Waega Terdampak PPKM

Atas nama Pemerintah Kota Makasssar, Firman mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dipilihnya Makassar sebagai Kota Pintar dalam KTT Asean di Singapura.

“Terima kasih Pak Jokowi, Terima kasih Indonesia” ungkap Firman.

Dalam KTT ini, Indonesia berencana akan mendorong kerangka ASEAN tentang cara memajukan jaringan Smart Cities.

Sebagaimana diketahui, kerangka ini sangat sesuai dengan program yang ditanamkan Presiden Jokowi di Indonesia yang disebut “gerakan menuju 100 Smart City”.

Baca Juga:  Cegah Konflik di Masyarakat, Pemkot-Kejari Hadirkan Restorative Justice House di 15 Kecamatan

Presiden Jokowi sendiri menyampaikan dalam siaran persnya bahwa ASEAN merupakan organisasi yang berpusat dan berorientasi pada rakyat sehingga rakyat harus menjadi fokus dalam pembangunan masyarakat ASEAN.

“ASCN merupakan salah satu jawaban untuk tantangan tersebut. Dan azas Smart City ini berdasar pada kebutuhan dan potensi serta kearifan lokal masing-masing kota, dan bagaimana pelayanan publiknya,” pungkasnya.

bapenda banner bapenda
  • Bagikan