Penertiban Izin Harus Sesuai Mekanisme

  • Bagikan

PENASULSEL.COM, MAKASSAR– Komisi C Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta Dinas Perizinan Penanaman Modal dan Satu Pintu Terpadu melakukan pemeriksaan seluruh izin pengusaha industri.

Ketua Komisi C Rahman Pina menduga terdapat usaha industri, seperti hotel dan restoran yang tidak mengantongi izin Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) serta kajian instalasi pembuangan limbah (Ipal) namun memperoleh izin usaha serta izin mendirikan bangunan (IMB).

pdam bapenda bapenda

Sesuai dengan mekanisme yang ada, IMB tidak boleh diterbitkan sebelum ada izin Amdal dan hasil kajian Ipal. Menurut Rahman banyaknya temuan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) pada 2015 lalu tentang limbah industri yang bermasalah tidak lepas dari kelalaian yang terstruktur atau adanya kongkalikong.

Baca Juga:  Pansus Produk Hukum Kunker di Kemndagri, Ini yang Dikonsultasikan

“Karena saat ini, perizinan sudah terpusat pada satu pintu, maka izin yang dikeluarkan harus sesuai mekanisme dan aturan yang ada, tidak boleh karena ada sesuatu, lantas diterbitkan,” kata RP sapaan akrab Rahman Pinan di gedung DPRD Makassar, 16/4/18.

Politisi Partai Golkar itu turut mengkritisi sikap Pemkot Makassar yang tidak memberikan sanksi kepada sejumlah hotel dan restoran. Menurut dia, untuk meminimalisir adanya pelanggaran, apalagi limbah yang merusak lingkungan, maka sejak awal saat pengurusan harus dituntaskan, jangan disaat beroperasi baru disanksi.

Baca Juga:  Bahas Hari Raya Idul Fitri, Pemkot Libatkan Ulama

“Kalau nanti berdiri baru disanksi, berarti Pemkot yang lalai. Mestinya sejak awal dilarang beroperasi jika tidak lengkap izinnya,” kata Legislator dua periode itu.

Sementara itu, Plt Wali Kota Makassar, Syamsul Rizal mengatakan akan mengintruksikan kepada instansi yang bertanggungjawab dalam melakukan penertiban kepada setiap usaha yang telah melanggar ketentuan yang telah ada.

Baca Juga:  Rakor Kehumasan Sulsel Bahas Peran Humas Sebagai Perekat Bangsa

 

Penulis Herman

bapenda banner bapenda
  • Bagikan