BPPD Bantaeng Bentuk Empat Desa Tangguh Bencana

  • Bagikan

PENASULSEL.COM, BANTAENG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantaeng membentuk empat desa menjadi desa tangguh bencana (Destana), yaitu Desa Bonto Karaeng, Desa Labbo, Desa Bonto Jai dan Desa Baruga, kegiatan tersebut diresmikan melalui Sosialisasi pembentukan Desa tangguh bencana yang berlangsung di gedung KPN Beringin, Bantaeng (2/11/2017).

Dalam pembentukan desa tangguh bencana tersebut BPBD melibatkan seluruh elemen masyarakat setempat. Mulai dari komponen kelembagaan desa, tokoh masyarakat, bahkan kaum perempuan.

bapenda bapenda bapenda

kegiatan pembentukan sekaligus pembekalan kepada kelompok kesiapsiagaan bencana ini merupakan upaya penanggulangan bencana yang sedini mungkin harus dipahami.

Baca Juga:  Ratusan Aneka Takjil Tersaji di Gedung Mulo

kepala Seksi Rehabilitasi BPBD Provinsi Sulsel, Andi Bali Raja mengatakan , dari sisi geografis Kabupaten Bantaeng juga termasuk rawan hanya saja skalanya masih rendah, makanya untuk mengantisipasi ini kita mengajak bmmasyarakat agar ikut berperasn .

“kalau terjadi bencana kan masyarakat duluan ada dilokasi olehnya itu Kabupaten Bantaeng mendapatkan bantuan dari pusat untuk menjadikan masyarakat di empat desa ini memjadi tangguh,” katanya.

Sementara kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantaeng, Muslimin menjelaskan Adanya program pembentukan Destana masyarakat mampu mendeteksi minimal masyarakat bisa mengatasi diri sendiri bukan menganggap bencana adalah takdir.

Baca Juga:  Penjelasan Gubernur terhadap Nota Keuangan dan Ranperda tentang Perubahan APBD TA 2018

Lebih Lanjut Kata Dia, Desa tangguh bencana merupakan salah satu upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat dengan meningkatkan kesiapsiagaan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh masyarakat sebagai pelaku utama.

“Destana ini berbasis masyarakat, jadi kalau wilayahnya berpotensi longsor, abrasi masyarakat sudah bisa mengatasi” jelasnya.

Pihaknya berharap, dengan pembentukan desa tangguh bencana, masyarakatnya dapat lebih sigap dalam upaya-upaya penanggulangan bencana karena hal itu merupakan faktor utama dalam pengurangan risiko bencana.

Baca Juga:  BBWS Pompengan Laporkan Progres Pembangunan Proyek Strategis 2018

Sementara kepala Bidang Kesiapsiagan BPBD Kabupaten Bantaeng mengungkapkan, Meski empat desa tersebut belum pernah mengalami bencana dalam skala besar, namun kesiapsiagaan itu perlu dimiliki oleh seluruh elemen masyarakat desa.

“Destana ini penting, untuk itu diperlukan upaya-upaya strategis melalui suatu perencanaan yang dilakukan secara terintegrasi lintas pelaku dan pemangku kepentingan di tingkat desa dalam penanggulagan bencana, ” ungkapnya.

 

Penulis: Irmawati

bapenda banner bapenda
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *